[KyuWook GS | Chapter 1] Autumn’s Tale

Standard

GS!

*

*

Cinta akan memberikan sebuah kesempatan terbaik untuk di simpan sebagai sebuah kenangan.

Antara Pertemuan dan perpisahan.

.

.

KyuWook Baby Present :

Title : Autumn’s Tale

1st Chapter : Seoul and Mokpo

Genre : Hurt – Friendship – Romance

Rate : T

Cast : Ryeowook – Kyuhyun – Minseok – Sungmin – Support

Warning : Genderswitch – Typo(s) – Past

Disclaimer : No Plagiarisme!

A/N : don’t forget to leave your coments guys!

.

.

*~KyuWook~*

.

.

At 1987 years;

Pria itu bernama Cho Kyuhyun, ia adalah pria yang mencintai musim gugur dengan hatinya. Setiap kali musim itu datang, maka ia akan melakukan perjalanan mengelilingi penjuru Korea Selatan.

Ia lahir dari keluarga yang sederhana, kedua orang tuanya meninggal ketika ia berusia 10 tahun. Kyuhyun di besarkan dalam sebuah keluarga kaya yang mengadopsinya.

Namun tak lama setelahnya keluarga tersebut bangkrut mengharuskan ia di kembalikan ke panti asuhan. Sekarang umurnya tepat 20 tahun.

Ya, kedewasaan mulai tumbuh dalam diri mahasiswa itu.

“Kapan kau akan pulang huh?” pria yang menyodorkan kamera-nya pada Kyuhyun itu bernama Sungmin. Ia seorang dokter yang tinggal satu atap bersama Kyuhyun di Seoul.

“Mungkin minggu depan” sahut Kyuhyun, ia menatap kamera yang di berikan Sungmin dengan seksama.

Hyung harap lebih cepat dari pada minggu depan”

Kyuhyun menengadah, ia menatap Sungmin yang menatapnya khawatir.

Keadaan stasiun kereta api semakin ramai dengan para penumpang yang menunggu kereta api keberangkatan mereka. Kyuhyun melingkarkan tali kameranya di atas leher porselennya.

Beberapa gadis sedari tadi melirik keduanya dengan senyum manis mereka.

“Pulanglah lebih awal dari minggu depan, akan ada badai besar kedengarannya” ujar Sungmin memegang bahu Kyuhyun cemas.

Kyuhyun tersenyum, ia menatap hyung-nya dengan yakin.

“Percaya padaku, tidak akan terjadi apa-apa. Aku akan pulang dengan selamat” senyumnya.

Sungmin menghela nafas, ia melepaskan pegangannya pada bahu Kyuhyun dan mengangguk.

“Tolong tepati ucapanmu ya” ujar dokter muda tersebut.

Tak lama kemudian kerete api jurusan Seoul-Mokpo tiba. Kyuhyun merangkul tasnya dan berjalan menuju pintu masuk kereta api.

Ia berbalik sesaat menatap wajah Sungmin yang cemas padanya.

Pria itu melambai, “Jangan Khawatir!!” teriaknya sebelum masuk ke gerbong dan memberikan karcisnya.

Dari kejauhan ia lihat Sungmin melambai.

Perlahan kereta api itu mulai kembali berjalan, membuat ia terpaksa menjauh dari kaca.

Kyuhyun membuka shōji ruangan pertama yang di lewatinya, lalu ia masuk dan kembali menarik shōji tersebut.

Pria itu meletakkan tasnya di atas bangku duduk yang tersedia. Kemudian ia mendudukkan dirinya di samping jendela.

Maniknya menatap kagum keluar jendela, musim gugur yang sangat di sukainya.

Segera ia mengambil kamera yang tersangkut di lehernya dan mengambil beberapa gambar.

.

.

.

Dedaunan pohon mapel yang tertanam kokoh di depan rumahnya kembali berguguran tertiup angin. Daun berwarna coklat tersebut, terbang melambai hingga menyentuh tanah.

Awan di atas semakin menebal dan hitam, beberapa orang tua akan mengartikannya sebagai pertanda buruk. Namun gadis itu masih saja berdiri menatap sendu mapel di hadapannya.

Eonni~ Eonni~ masuklah” dari belakangnya seorang gadis yang lebih muda memanggil dengan nyaring.

Gadis cantik berwajah pucat tersebut berbalik dan tersenyum.

“Sebentar lagi, hujannya masih belum turun” sahutnya lembut, karamelnya yang teduah menatap raven sang adik.

Gadis yang memanggil tadi mendengus kesal, “Jangan tunggu hujannya turun, sebentar lagi makan siang akan segera dimulai”

Sang kakak mengangguk, ia menoleh kebelakang menatap daun mapel terakhir yang jatuh di belakangnya.

Sekarang hanya ada ranting yang kosong tanpa selimut. Gadis cantik itu berjalan, menyentuh batang mapel yang berdiri kokoh itu.

“Kau pasti kedinginan..”

Entah kenapa tiba-tiba saja tulangnya terasa dingin, gadis itu memegang kain tebal yang menyelimuti tubuhnya dengan erat.

Dari belakang ia mendengar suara langkah mendekat.

“Bukankah, aku sudah mengatakannya! Sebaiknya eonni masuk sebelum eomma marah padaku” sang adik memegang lengan sang kakak, memapah pelan langkah kakaknya.

Gadis cantik itu sedikit meringis ketika rasa ngilu yang menusuk tulangnya semakin terasa.

Keduanya masuk kedalam rumah, dan kemudian hanya menyisakan batang mapel tersebut sendirian bersama angin yang berhembus.

.

.

.

4 jam berlalu sejak perjalanannya dari Seoul ke Mokpo. Kereta yang di tumpangi-nya telah berhenti di stasiun mokpo beberapa menit yang lalu.

Kyuhyun keluar dari gerbong kereta api dengan keadaannya yang masih terkantuk-kantuk.

Ia berjalan membahu tas-nya, memasuki gedung stasiun setengah berlari saat mengetahui bahwa keadaan di luar sedang hujan.

“Ahh… untung saja” ia menatap kameranya seksama, mesmastikan benda kesayangannya itu tak terkena air.

Kemudian ia mengangkat pandangannya, menatap rintikan hujan yang jatuh menapaki bumi.

Perlahan-lahan menjadi deras dan beberapa kali cahaya kilat terlihat.

Kyuhyun menatap arloji yang tersemat di pergelangan tangannya. Waktu saat itu menunjukkan pukul 02 siang. Namun cuaca diluar tampak seperti sore hari.

Ia berpikir untuk keluar dari gedung stasiun, namun hujan akan membuatnya basah.

Pria tampan tersebut akhirnya lebih memilih mendudukkan dirinya di bangku yang tersedia, ie meletakkan tasnya di samping. Berpikir untuk menunggu hujan reda beberapa saat.

Sembari menunggu, ia mencoba menggunakan kameranya untuk memotret suasan stasiun yang ramai dan menyapa beberapa orang yang tersenyum padanya.

.

.

.

Minseok duduk di depan jendela rumahnya, ia menatap air hujan yang jatuh dengan deras sore itu tak kunjung reda.

Padahal ia ingin pergi ke bukit mengambil beberapa bunga krisan untuk di jemur. Gadis bungsu dari keluarga Kim itu senang mengerjakan kerajinan.

“Kau masih duduk disana, Minseokie?”

Minseok berbalik ketika mendengar suara ibunya dari belakang. Ia mengangguk dan tersenyum.

“Apa eonni sudah tidur?”

Ibunya menggeleng, wanita paruh baya dengan guratan lelah di wajahnya itu menggeleng.

“Ia masih duduk di depan meja belajarnya” sang ibu menatap keluar jendela dengan tatapan lelahnya. Wanita itu mendesah kecil.

Minseok menatap jemarinya yang terasa dingin, gadis itu menggosok kedua tangannya sehingga menimbulkan sedikit rasa hangat.

“Apa tidak apa-apa membiarkan eonni tetap belajar? Bukankah semakin hari ingatannya akan semakin melemah?”

Sang ibu tersenyum tipis, dari tatapannya tersirat perasaan sedih dan terluka yang dalam.

Minseok masih ingat, mata itu pertama kali ia lihat saat 3 tahun yang lalu. saat tabib di desanya mengatakan bahwa kakaknya mengidap penyakit alzheimer, saat itulah pertama kali ia melihat mata ibunya di penuhi kesedihan.

Terlebih ketika mereka harus menghentikan kakaknya untuk sekolah, mengingat bahwa semakin hari penyakit tersebut akan semakin menguasai pikiran putri sulung keluarga Kim.

“Hanya Tuhan yang akan membantunya lebih baik” perlahan butiran bening jatuh dari kelopak mata sang ibu.

Minseok memeluk ibunya, mereka cukup sadar. Pada akhirnya siapapun akan merasakan sebuah kehilangan setelah terjadinya pertemuan.

Tanpa sadar, gadis bungsu itu juga ikut menangis dalam pelukan lembut wanita yang telah melahirkannya itu.

.

.

.

Malam beranjak begitu kokoh, ketika kegelapan mulai menyelimuti hawa di sekitarnya.

Hujan yang tadinya deras mulai reda menjadi gerimis kecil. Kyuhyun melangkah keluar dari gedung stasiun kereta api Mokpo, ia berjalan berdiri di sisi jalan.

Haruskah ia bertanya pada seseorang untuk menemukan penginapan yang murah.

Pria itu berjalan mendekati seorang wanita paruh baya yang kelihatannya sedang menunggu 5 langkah di kirinya.

A-annyeonghaseyo” Kyuhyun menundukkan kepalanya.

Sang wanita sedikit terkejut namun kemudian ia juga ikut menunduk.

“Ada yang bisaku bantu?”

“Ne, bisakah kau tunjukkan penginapan yang murah di sekitar sini? Maksudku, aku hanya akan menetap untuk beberapa hari jadi …”

“… Kau bisa datang kerumah ku anak muda” ujar wanita tersebut dengan wajah berseri.

Kyuhyun terdiam, ia menatap bingung.

“Aku menyewakan satu kamar yang cukup luas di rumahku, harganya murah seperti yang kau bayangkan”

“Oh benarkah?”

Sang wanita mengangguk antusias, “Hanya saja rumahku berada di desa yang harus menempuh jarak 20 menit dari stasiun ini” ujar wanita tersebut menghela kecil.

Kyuhyun tersenyum, “Tidak masalah karena …”

“Kau bisa memanggilku ahjumma

“… karena ahjumma telah menawarkannya”

Wanita tersebut kembali tersenyum menatap Kyuhyun.

“Ngomong-ngomong siapa namamu dan kau berasal dari mana?” pandangan mata wanita tersebut menatap kamera yang tersangkut di leher Kyuhyun.

“Namaku Cho Kyuhyun, aku datang dari Seoul”

“Oh Seoul? Bagaimana keadaan disana saat ini?”

“Cukup membosankan, karena orang-orang sibuk bekerja” sahutnya singkat.

Wanita itu terdiam menatap jalanan di depannya, hingga kemudian ia bergumam.

“Itu mobil suamiku, ayo!” Kyuhyun mengikuti arah yang di tunjukkan wanita tersebut. Dari kejauhan terlihat mobil berwarna kuning datang mendekati mereka.

Pria tampan dengan rambut ikal itu merangkul tasnya dan mengangguk.

.

.

.

Kicauan burung di alam bebas terdengar seperti paduan suara yang menenangkan, seolah menjadi alarm untuk menaikkan kelopak mata setiap insan.

Perlahan kelopak mata gadis cantik tersebut terangkat, memperlihatkan mutiara karamel sejuknya yang menerawang pelan.

Gadis itu mencoba membiasakan cahaya yang menerobos masuk secara serakah kedalam retinanya.

Ia tau, seseorang sudah masuk terlebih dulu kedalam kamarnya untuk membuka tirai jendela yang berada di sampingnya.

Perlahan ia bangun dan duduk di atas futon yang menjadi alas tidurnya. Gadis itu menghirup oxigen dengan rakus kemudian menghembuskannya perlahan.

Ia bangun dan mulai melipat futon-nya, kemudian ia letakkan di samping lemari 2 pintu yang terletak di samping jendela.

Tak sengaja ekor matanya menatap ke atas meja belajar. Disana masih tergeletak buku tulis yang terbuka.

Gadis itu membatalkan niatnya untuk segera keluar dari kamar, ia lebih memilih untuk duduk di belakang meja dan menatap kertas bergaris di depannya dengan lembut.

Ia mengambil pulpen yang terletak di samping buku. Gadis itu terdiam memandang setiap garis yang tercipta di buku tersebut, entah apa yang berada dalam pikirannya hingga membuat ia terlena.

Zzraakk~                                  

Gadis cantik itu tersentak ketika mendengar bunyi shōji kamarnya di geser, ia menoleh dengan seluruh badannya kebelakang.

“Kau sudah bangun rupanya Ryeowookie”

Pria paruh baya yang biasa di panggilnya appa masuk dan mendudukkan dirinya setelah menutup kembali shōji milik kamar putri tercinta mereka.

Gadis yang di panggil Ryeowook itu duduk menghadap sang ayah dengan keadaan bangun tidurnya yang cukup rapi.

Kepala keluarga Kim tersebut menatap putri sulungnya lembut dan tersenyum tipis.

Waeyo?” tanya Ryeowook bingung menatap polos ayahnya.

Tn. Kim tersenyum, tangannya terjulur meletakkan selembar kertas buku yang dirobek di tengah-tengah dirinya dan putri sulungnya.

Ryeowook menatap kertas tersebut samar.

Appa akan pindah bertugas ke Seoul mulai esok hari, appa akan pulang setiap minggu …”

… Appa akan meninggalkanku?” Ryeowook menyela penjelasan ayahnya dengan ketakutan dalam dirinya.

“Hey Hey, dengarkan” Tn. Kim menggeserk dirinya untuk duduk lebih dekat dengan Ryeowook. kemudian pria paruh baya tersebut menarik putri sulungnya kedalam sebuah dekapan hangat yang nyaman, dekapan itu menepis hawa dingin.

Appa akan pindah tugas ke Seoul, bukankah itu berita bagus?”

Ryeowook tak berkutik dalam dekapan ayahnya, bahkan ia tak membalas dekapan tersebut.

Appa akan pulang setiap hari minggu dan membawamu …” Tn. Kim menahan ucapannya. Gejolak sakit dalam dirinya tak lagi berdasar.

“… appa akan membawakan Ryeowookie obat” suara Tn. Kim bergetar.

Ryeowook tak bersuara, tatapannya kosong. Ia memandang tatami kamarnya tak berarti.

Sedangkan sang ayah, mencoba menahan air matanya agar tak terjatuh.

.

.

.

Kyuhyun merenggangkan otot-ototnya yang kaku setelah tidur untuk beberapa jam lamanya. Ia memandang ke adaan di sekitarnya dengan senyum merekah.

Benar-benar pemandanganya yang indah, batinnya.

Dalam hati Kyuhyun, ia cukup senang karena bertemu dengan Han ahjumma yang merupakan istri seorang tabib di desa tersebut.

Hal tersebut membuat ia mengingat Sungmin di Seoul. Kyuhyun baru sadar, bahwa ia belum mengabari Sungmin tentang keberadaannya.

Kyuhyun berpikir untuk berbalik dan masuk ke dalam rumah besar bergaya klasik 80-an di belakangnya.

Tapi, ia mengubur niat itu dalam-dalam ketika hazelnut-nya tanpa sengaja melirik siluet tubuh seorang gadis yang berdiri memandang pohon mapel tanpa daun di sebuah halaman rumah.

Gadis yang di pandangnya itu merasa risih dan memalingkan pandangannya menatap Kyuhyun.

Saat itu, hazelnut Kyuhyun dapat melihat dengan jelas bahwa mutiara yang mengukung teduh itu sewarna dengan lelehan karamel pekat bercampur madu.

Pria Seoul itu dapat merasakan darahnya berdesir hangat, ia juga merasakan perasaan asing mulai menyelundup kedalam dadanya.

Kyuhyun terpaku di tempatnya, matanya tak berkedip bahkan saat kelopak mata gadis itu berkedip ia tak bergerak.

Wajahnya yang indah, matanya yang berkilau, hidungnya yang bengir juga bibirnya yang merah muda.

Ia baru berkedip ketika menyadari satu hal yang janggal dalam diri gadis tersebut. Tatapannya yang kosong.

Yaa~ Ryeowookie eonni

Kyuhyun tersentak saat seorang gadis mendekati gadis yang di pandangnya tadi.

Ryeowook, namanya indah. Batin Kyuhyun.

Setelahnya ia hanya menatap punggung ringkih yang mulai menjauh dan masuk kedalam hanok milik pekarangan luas itu.

“Ryeowook…” ia mengulum senyumnya, kemudian melangkah masuk kedalam rumah keluarga Han untuk meminjam saluran telepon mereka guna menghubungi Sungmin.

(Bersambung)

Words :

* shōji : pintu geser

*hanok : rumah tradisional korea

*futon : Kasur gelar/kasur lipat

*tatami : lantai lipat

Author’s Side :

Happy Saturday Nite, Babydeul’s….~

Adakah yang berkeliaran dan tersesat? Malam ini Aii bawa fiksi baru~ hahaha, fiksi ini sebenarnya terinspirasi dari movie barat tahun 2014 yang bakal liris yakni berjudul ‘Winter’s Tale’ ada yang tau?

Alurnya akan berbeda, Aii Cuma ambil intinya saja sedikit~

Anw, sekali lagi! Fiksi ini bukan pelarian untuk fiksi lain yang belum di publish. Melainkan fiksi yang udah lama terapung dalam otak Aii.

Fiksi ini agak berbeda dengan fiksi Aii biasanya, soalnya ini memakai latar jaman 80-an… Aii akan coba mencari pengetahuannya sebaik mungkin, jadi mohon nyamankan diri kalian ne, Babydeul^^

This is first chapter, dan baru opening!!^^ semoga banyak yang suka.

PS: jangan lupa isi kolom review di bawah ini ya^^?

REGARDS; Aidapinky

15 responses »

  1. ff baruuu….kyanya crtanya dlem ya…wookie skit demensia…pa tuh pnykit prah yg mybbkan kmtian..??mga gak ya…..ai knpa wookie sllu skit d ffmu…????dan moga dngn kdtangan kyu wookie lbih brsmngat….dtnggu lnjutannya….

  2. Haloo..
    Salam kenal..
    Kyuwook suka2 krn mrk fav q..
    Demensia pnykit ap tu? Semacam amnesia gitu ya? Tp brharap ni happy end deh..
    Lanjut ya jgn gak yayaya hehe

    • salam kenal juga~^^ demensia itu penyakit kelainan pada otak dear… bisa di bilang semacam itu sih, tapi bedanya kalo demensia ingatan kita hilangnya perlahan-lahan… gejala awalnya pikun sih~ tapi semakn lama akan semakin parah..
      Thanks for visited, iya di lanjut segera ya~ :)

  3. hi…!!! btw knp wook bisa pnya pnyakit dimensia???
    sprtinya kyu mulai jatuh hati sm wook nih. ok dah di tunggu next chapnya, jd ga sbr. annyeong

  4. wahhh wokiee sakit dementia ya..pnyakit apa tu chingu?? dg adnya kyu smga mmberi smngat hidup buat wookiee…hidupppp kyuwoookkkk…hehhehhe

  5. Aaa wookie nya sakit ne?
    Kyuhyun jtuh cinta ke wook ,trus nanti bsa brsma ga??
    Aku kasian ke wook nya klo ampe sad ending-_-Lnjt ne pnsran sma klnjtan nya .fighting^^9

  6. huuuuaaa, ff kyuwook baru ya,,
    suka banget,, tp knpa wook msti sakit??,,
    tp gak pa2 deh,, smga happy ending,,

    ouh yha moonlight sonatan chap 3 kok blm d lanjut?,,

    d tunggu chap 2 ff ni,,,, :) :)

  7. Annyeong…

    huh~ aku baru liat fict ini Aii, jadi baru baca deh.. Wah bagus nih Aii ceritanya.. ehmm disini Wookie tuh sakit ya Aii?… ck..ck.. aku baru liat ff yang ngambil cerita Kyu jadi anak yatim piatu biasanya kan Kyu di ceritakan sebagai anak orang kaya yang sombong keras kepala dan egois.. tapi aku suka kok character Kyu disini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s